Gambler Fallacy di dalam Gacha Game.




Halo semua, Sekarang dengan perkembangan zaman, teknologi smartphone semakin canggih dan mudah didapatkan sehingga menjadi hal yang biasa untuk dimiliki, bahkan smartphone mungkin sudah menjadi hal yang fardhu ain untuk di bawa kemana saja.  Melihat banyaknya pengguna smartphone yang semakin canggih, hal ini membuat banyak pihak developer untuk membuat mobile game.
mobile game atau biasa di sebut sebagai mobage. Mobile game sendiri pengertiannya adalah video game yang dimainkan di Handphone,smartphone, Tablet Computer, dan gadget lainnya yang sejenis. Mobile game yang paling kita ingat mungkin saja game-game lejen seperti snake yang sering kita mainkan di hp nokia pada zaman kita masih kecil dan unyu-unyu.
Para developer game mendapatkan keuntungan dengan beberapa cara, misalnya saja dengan cara yang paling langsung dengan menjadikan game yang mereka buat sebagai game berbayar. Yang harus dibeli dahulu sebelum di mainkan. Para developer pun untuk menarik para pemain biasanya juga membuat versi lite gratis dengan fitur yang tidak lengkap. Ada juga game yang bisa dimainkan secara “gratis” tapi untuk mendapatkan item atau beberapa keunggulan harus membeli barang tersebut. Bahkan ada pihak developer yang “curang” yang membuat suatu game tidak bisa atau sangat sulit untuk di menangkan tanpa membeli item khusus berbayar.
Cara-cara developer game untuk mendapatkan keuntungan dari game-game yang mereka buat pun semakin beragam. Yang sekarang menjadi trend di pihak otaku adalah game Gacha. Sebuah game yang kalau mau di bilang secara kasar merupakan game judi dimana kita megorbankan resource di dalam game untuk mendapatkan item atau karakter secara random. Seperti yang dikutip dari JurnalOtaku Dimana para pemain adalah orang yang kurang bijak untuk bukannya membeli kemenangan tetapi kemungkinan untuk menang.
Dan Ternyata cukup banyak orang seperti itu di dunia ini untuk memberikan developer keuntungan yang besar. Bila kita lihat ranking yang diambil dari JurnalOtaku memperlihatkan pendapatan perbulan dari game-game gacha ini.
  • Fate/Grand Order: 77 milyar Yen
  • Monster Strike: 55 milyar Yen
  • Shironeko Project: 29 milyar Yen
  • Pazudora: 20 milyar Yen
  • Shadowverse: 11 milyar Yen
  • Granblue Fantasy: 5,5 milyar Yen
  • Deresute: 1,5 milyar Yen
  • SIF: 1,2 milyar Yen
  • Batogaru: 0,5 milyar Yen
Angka yang cukup fantastis bukan, pendapatan game fate sekitar 77 milyar yen perbulannya ( atau bila dirupiahkan sekitar 9,2 triliyun rupiah pendapatannya perbulan) tidak mengherankan bila di tahun 2017 ini banyak anime fate yang akan tayang.
Di negara asalnya sendiri game gacha ini menjadi masalah sosial tersendiri karena perilaku negatif yang dilakukan oleh developer game maupun para pemainnya sendiri. Contoh yang paling terkenal saja kecurangan oleh pihak Cygames, developer game granblue fantasy. Didalam mengiklankan event rate-up karakter Antilla. Dimana Cygames dituduh telah memanipulasi Drop-ratenya  dan melakukan iklan yang menyesatkan.  Sehingga para pemainnya melakukan protes besar-besaran.
Dari pihak pemain game nya sendiri pun tidak lebih baik. Kita lihat saja contohnya <a href=">http://jurnalotaku.com/2013/08/14/berhutang-500-ribu-yen-karena-mobage-polisi-jepang-ini-malak-orang/"> ada Polisi di jepang yang memalak masyarakat agar bisa membayar hutang yang di sebabkan game ini</, <a href="> http://jurnalotaku.com/2015/12/11/50-juta-ludes-dalam-sebulan-demi-waifu-fategrand-order/."> ada anak yang menggunakan kartu kredit orang tuanya hingga 430.000 yen untuk bisa mendapatkan okita dan scathach</. <a href="> http://jurnalotaku.com/2016/03/10/menghabiskan-100-juta-rupiah-pemain-fgo-ini-tetap-tidak-mendapatkan-astolfo/"> Bahkan ada juga orang yang sudah menghabiskan uang banyak sekitar Rp 10.000.000</ tetapi sepertinya sajen yang dia berikan masih belum diberkati oleh Dewa RNG sehingga gagal mendapatkan Astolfo malahan mendapatkan Amakusa (Saya tidak tahu apakah hal ini keberuntungan atau kesialan) .
Melihat fenomena seperti ini banyak pihak yang mengggap bahwa game gacha ini menjadi masalah sosial. Bahkan ada pihak yang menyatakan bahwa game ini seperti kasino atau pachinko sehingga harus diatur dengan ketat oleh regulasi. Salah satu regulasi yang berhasil diterapkan adalah menyatakan Complete Gacha atau kompu gacha sebagai hal yang ilegal pada tahun 2012.  Complete Gacha sendiri adalah Gacha yang mensyaratkan pemain untuk melengkapi set item untuk bisa ditukar dengan item langka.
Tetapi, bagaimapun sebuah peraturan dibuat, para konsumer lah yang seharusnya  melindungi diri mereka sendiri dari kebodohan mereka, oleh karena itu akan saya jelaskan mengapa seseorang bisa melakukan hal-hal seperti ini karena game ini.
Para pemain game gacha berharap mendapatkan karakter atau item yang mereka inginkan, tidak jarang mereka mengeluarkan uang lebih banyak dengan harapan meningkatkan kemungkinan mereka menang. Disinilah terjadi Gambler Fallacy. Menurut Hirschey dan Nofsinger, gambler fallacy diartikan sebagai seseorang bertendensi berkeyakinan akan terjadi koreksi secara alami dalam suatu perjudian yang adil (negative recency effect). Contohnya saja bila di dalam adu lempar koin, sisi angka muncul 9 kali maka seseoraang akan berpikir yang kesepuluh adalah gambar. Padahal tidak ada hubungan antara kejadian sebelumnya dengan yang akan terjadi. Begitu juga game gacha ini dimana kemungkinan kita mendapatkan karakter yang kita inginkan hanya 0,18% saja. Dengan satu Tarikan tidak memiliki pengaruh terhadap tarikan yang lain.maka tidak peduli berapa banyak uang yang kau keluarkan, bila kau sedang sial maka kau tidak akan mendapatkan yang kau inginkan. Maka jangan membuang uang yang terlalu banyak untuk mendapatkan karakter yang kita inginkan.
                Sekali lagi INGAT pihak developer tidak memiliki kewajiban apapun terhadap kita seberapapun banyak uang yang kita keluarkan. Ingat di dalam perjudian tidak ada yang bisa menang kecuali bandar, maka perlakukan lah game ini sebagaimana kita bermain di kasino atau pachinko. Jangan pernah keluarkan uang lebih besar daripada yang kau sanggup.  Setidak-tidaknya walaupun kau tidak bisa menang di kasino tetapi kau masih bisa bersenang-senang di kasino bila tidak menganggap hal ini sebagai hal serius dan menetapkan budget ketat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dolar Cost Averaging (DCA) Bagi Mahasiswa, Efektifkah ?